REHABILITASI HUTAN DIWILAYAH BUMIAJI, DARI SEKARANG !!!!

AHutan merupakan Sumber Daya Alam anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa yang tidak terhingga nilainya bagi seluruh umat manusia di planet bumi ini. Hutan tidak hanya memberikan kehidupan bagi masyarakat yang berada di sekitarnya akan tetapi hutan juga memberikan manfaat bagi masyarakat pada umumnya. Namun demikian nilai filosofis hutan tersebut terus menerus mengalami penurunan. Penyebabnya karena faktor pengelolaan hutan yang tidak memperhatikan arti hakekat yang terkandung pada filosofis hutan, sehingga kelestarian lingkugan hidup menjadi terganggu. Semakin berkurangnya hutan di wilayah Indonesia maka sebagian besar kawasan hutan Indonesia telah menjadi kawasan yang rentan terhadap bencana alam, baik bencana kekeringan, banjir maupun tanah longsor. Upaya khusus yang diperlukan untuk menangani masalah tersebut. Dengan alasan tersebut yang menjadi pendorong peneliti tertarik untuk meneliti tentang upaya gerakan intensifikasi rehabilitasi alam Bumiaji (GIRAB), Kota BatuKondisihutan yang ada di Kota Batu, 60% berada di wilayah Kecamatan Bumiaji, tingkat kerusakan hutan yang terjadi di kawasan Bumiaji 5900 ha, dan berdampak kepada turunnya debit sumber mata air 50% akibat dari kerusakan hutan tersebut. Menyadari wilayah Kecamatan Bumiaji telah terancam, maka lahirlah suatu gagasan segar dan relevan untuk memperbaiki kondisi lingkungan yang kritis. Dengan nama Gerakan Intensifikasi Rehabilitasi Alam, Kecamatan Bumiaji(GIRAB).
Rumusan masalah, (1) bagaimana upaya gerakan intensifikasi rehabilitasi alam, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu? Dan (2) apa saja kendala yang di hadapi dalam upaya gerakan intensifikasi rehabilitasi alam, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu? Tujuan penelitian adalah (1) untuk mengetahui upaya gerakan intensifikasi rehabilitasi alam, Kecamatan Bumiaiji, Kota Batu. (2) untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam upaya gerakan intensifikasi rehabilitasi alam, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini sample yang diambil berjumlah 20 orang dengan tidak membedakan jenis kelamin dan menggunakan teknik purposive sampling. Dalam menetapkan suatu analisa maka peneliti menggunakan analisa data deskriptif dengan model interaktif yang terdiri dari empat tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data (pengelolahan data), penyajian data dan penarikan kesimpulan (verifikasi).
Selanjutnya dalam kajian teori, peneliti mengacu kepada teori aksi Hinkle dengan merujuk karya Mac Iver. Dalam teori aksi mengambarkan rasa ketidakpuasan sehingga memunculkan suatu tindakan.
Dari data yang telah peneliti peroleh, melalui penyajian data, peneliti menemukan bahwa upaya gerakan intesifikasi rehabilitasi alam Bumiaji yaitu reboisasi di kawasan hutan, penghijauan di luar kawasan hutan(kanan-kiri jalan, tepian sungai, sumber-sumber mata air, taman, kawasan obyek wisata alam, pekarangan rumah, halaman sekolah, kantor dan tempat-tempat ibadah, kerja bakti kebersihan lingkungan dan perkampungan sehat, pengembangan budidaya lingkungan pertanian yang ramah lingkungan dan olahraga lintas alam. Dan kendala yang di hadapi yakni tingkat kesadaran masyarakat masih kurang. Langka yang dilakukan yakni dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada masyarakat, agar memiliki kesadaran untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam Bumiaji demi mewujudkan Bumiaji Ecotourism yakni membangun Bumiaji berwawasan lingkungan pertanian dan pariwisata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *