SAATNYA KIM DAN TELECENTER BERSINERGI

Selasa, 6/3/2012 | 08:55

Pekan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Jawa Timur 2011 diselenggarakan di Kabupaten Tulungagung. Ini berarti sudah yang keenam sejak 2006 kegiatan ini diadakan.
Selama itu pula KIM terus mengalami perkembangan, bahkan Pekan KIM yang biasanya diadakan dalam skala regional, mulai digelar secara nasional (Pekan Informasi Nasional 2011 di Pendapa Taman Budaya Jawa Tengah di Solo, 21 Mei).
    Untuk pelaksanaan KIM 2011 yang segera dilaksanakan di Kabupaten Tulungagung akan mensinergikan antara KIM dengan Telecenter. Ini dilakukan karena diyakini ke depan keberadaan keduanya akan semakin baik dalam upaya membuat masyarakat melek teknologi informasi.
“KIM dan telecenter memiliki tujuan yang sama, yakni membuat masyarakat semakin pintar dan tidak gagap teknologi,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jatim, Drs Sudjono MM.
Sekarang ini, katanya, baru 13 % anggota KIM yang mampu mengakses internet. Padahal di era teknologi komunikasi seperti saat ini, informasi paling cepat dan lengkap hanya didapat dari akses di internet, selebihnya dari media lain.
“Kondisi inilah yang melatarbelakangi kenapa proses penggabungan antara telecenter dengan KIM harus segera dilakukan. Agar informasi tidak hanya dimonopoli oleh sebagian anggota KIM, tetapi lebih merata,” ujarnya.
Telecenter adalah Balai Informasi yang berbasis internet. Ini merupakan program pemerintah dalam menempatkan internet di pedesaan untuk mengatasi kesenjangan informasi antara perkotaan dan pedesaan.
Menurut Kepala Bidang Pemberdayaan Teknologi Informasi dan Komunikasi Diskominfo Jatim, Drs Mardijono MSi, sejak berdirinya telecenter, akses terhadap informasi dan sarana komunikasi telah mampu memberikan wahana dan memberikan layanan serta membuka kesempatan baru bagi masyarakat pedesaan. “Dari keberhasilan inilah, perlu dilakukan sinergisitas antara telecenter dan KIM,” katanya.
“Ini juga dilatarbelakangi adanya kenyataan bahwa KIM kegiatannya hanya condong kepada pengembangan ekonomi produk unggulan daerah,” tambahnya
Dia mengingatkan, seharusnya KIM berisi kelompok masyarakat yang peduli pada pemanfaatan informasi. Antara lain untuk mengembangkan usaha masyarakat, seperti mencari teknik dan inovasi baru, melihat kecenderungan pasar, peluang-peluang pasar yang semuanya bisa dengan mudah diakses lewat internet.
Di antara KIM yang sedikit mendekati tujuan itu, salah satunya KIM Pijar Emas dari kabupaten Blitar. Selain mengenalkan produknya melaui even-even bisnis seperti pameran dan expo, KIM Pijar Emas juga menawarkan hasil kerajinannya melalui internet. Karena usahanya yang sungguh-sungguh itulah, kelompok ini berhasil mencuri perhatian Dinas Industri dan Peradagangan dengan diajak mengikuti kegiatan-kegiatan bisnis produk unggulan daerah baik skala lokal maupun nasional. Bahkan mereka sempat mendapat pembinaan dan studi banding untuk meningkatkan kemampuan bisnis. Diharapkan langkah baik dari KIM Pijar Emas itu bisa menginspirasi pegiat KIM di daerah lain.
Pada Pekan KIM 2011 yang diselenggarakan di Tulungagung 15-19 November, Jatim akan membahas rencana penggabungan itu dalam workshop solutif bersama gubernur
 
LCCK

Setiap rangkaian dari pelaksanaan Pekan KIM, selalu didahului dengan Lomba Cerdik Cermat Komunikatif (LCCK) di masing – masing Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil). Ini dilakukan untuk mengukur sejauh mana KIM bermanfaat bagi masyarakat dalam menyampaikan dan mengolah informasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Tahun ini LCCK sedikit berbeda, yakni lomba digelar dengan nuansa pedesaan. Lomba dilakukan di luar ruang (outdoor) seperti lomba Kelompencapir (latar belakang persawahan, hutan atau pun perkebunan). Dengan nuansa ini lomba di tiap bakorwil berlangsung cukup menyenangkan.
Di setiap bakorwil akan muncul satu juara untuk mendapatkan tiket menuju grand final yang digelar di Pekan KIM Tulungagung 15-19 November nanti. Tahun ini yang mendapat tiket itu, yakni KIM Pijar Emas dari Kota Blita (Juara LCCK Bakorwil Madiun), KIM ASA Besuk dari Kabupaten Kediri (Juara LCCK Bakorwil Bojonegoro), KIM Warkop dari Kota Batu (Bakorwil Malang), dan KIM Sinar Pelita dari Kabupaten Sumenep (Juara di Bakrwil Sumenep). (tim)


KIM yang Makin Peduli Teknologi

    Meski baru terbentuk tahun ini, KIM asal Kota Blitar ini cukup cepat perkembangannya. Bahkan dalam LCCK, mampu meraih juara I se Bakorwil Madiun.
Pijar Emas terbentuk secara nonformal tahun 2008. Awalnya merupakan kegiatan kumpul-kumpul PKK antara wirausahawan yang berasal dari kalangan ekonomi bawah dengan nama usaha “aneka macam ubet” yang beranggotakan lima orang.
Tahun 2009 tercetus ide menghasilkan suatu produk dalam wadah suatu kelompok usaha dengan nama “Pijar Emas”. Nama ini diambil dari makna filosofi nyala api, semangat yang tak pernah padam. Kelompok ini bergerak dalam usaha memproduksi lilin cantik atau lilin hias.
Tahun 2010 kelompok usaha ini mulai melebarkan wawasan dengan seringnya mendapatkan binaan dari institusi pemerintah, di antaranya Dinas Koperasi dan UKM melalui bimbingan teknis, permodalan, dan promosi. Juga Dinas Perindag dengan produksi lilin cantik
Tahun 2011 berubah menjadi KIM Pijar Emas dan mendapatkan binaan dari Dinas Komunikasi, Informatika dan Pariwisata Daerah Blitar  tentang pemanfaatan teknologi informasi serta masalah pemberdayaan kelompok. Prioritasnya, terus memanfaatkan teknologi informasi sebagai media promosi / publikasi produk lilin cantik.

KIM ASA

KIM asal Desa Besuk Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri ini keluar sebagai Juara Pertama pada LCCK tingkat Bakorwil Bojonegoro. Lomba yang dilaksanakan di Desa Ringinrejo 29 April 2011 itu, berhasil mengalahkan tuan rumah Bojonegoro yang diwakili KIM Batik Madrim (Juara II), KIM Mojopahit dari Kota Mojokerto (Juara III) dan KKM Dewi Sartika Lamongan (Juara Harapan I).
Keberhasilan KIM ASA setelah berhasil mensimulasikan kemampuan Teknologi Informasi (TI) dengan menyajikan aktivitasnya dalam media weblog (http://asabesuk.blogspot.com) atau yang umum dikenal dengan blog. Selain itu KIM ASA juga berhasil memukau dewan juri dengan presentasinya yang bertemakan  lingkungan hidup.
Kelompok yang diketuai Winargito ini merasa bahwa kemenangannya didukung penyampaian materi yang sesuai fakta. Misalnya penanganan kotoran sapi yang sekarang bisa dijadikan pupuk tanaman dan blue gas untuk masak.

KIM Warkop
    Dengan nilai 189 KIM Warkop Kota Batu menyisihkan tiga peserta lainnya sehingga Warkop meraih juara pertama. Urutan kedua diraih KIM Purwoagung Kota Malang dengan nilai 185, juara ketiga direbut KIM Sukawarta dari Kabupaten Pasuruan mendapat nilai 182 dan harapan pertama KIM Warung Kreatif Kota Probolinggo dengan nilai 172.
    Kelompok dari desa Oro-oro Ombo Kota Batu ini menunjukkan produk unggulan yang terbuat dari limbah sampah yang diolah dan dikemas menjadi produk unggulan, salah satunya taman mini dari tempurung kelapa.
    Warkop terbentuk dari komunitas para peternak dan petani dengan menerapkan pola seperti Kelompencapir, mengadakan anjangsana arisan, membicarakan permasalahan desa, dan karang taruna.
    Warkop akhirnya lebih memfokuskan pada penyebaran informasi Program Pemerintah Kota Batu yang berkenaan secara langsung dengan masyarakat baik itu berupa program pembangunan, ekonomi produktif, sosial kemasyarakatan, dan kelembagaan yang ada di desa.

KIM Sinar Pelita

KIM Sinar Pelita asal Sumenep juga berhasil lolos dalam LCCK se-Bakorwil Pamekasan. Ini mengulangi kesuksesannya pada LCCK tahun 2010 lalu. Kelompok ini meraih juara pertama, disusul KIM Sekarmaju Pamekasan sebagai juara dua, dan juara ketiga KIM Anggrek dari Surabaya. Juara harapan KIM Melati dari Sidoarjo.
Dengan kemenangan ini, Pemkab Sumenep berencana untuk meningkatkan pembinaan pada KIM Sinar Pelita, yakni mengembangkan potensi produk unggulan di Desa Kebundadap Timur Kecamatan Saronggi, dan pembinaan IT.
Sinar Pelita dibentuk tahun 1999 masih bernama Kelompencapir dengan 92 anggota, dan tahun ini menjadi 143 anggota. Kelompok ini eksis dalam berbagai kegiatan usaha kecil. Antara lain pembudidayaan cabe jamu, rumput laut dan lingkungan hidup, peternakan sapi, kambing, dan ayam. Juga pengepulan rajungan, pengupasannya sampai siap dikirim ke pengepul terbesar di Surabaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *