PETANI BATU EKSPOR KENTANG KE SINGAPURA

Posted : 28 February 2012 | 17:27 PM

Ekspor
Batu (28/2/2012)-Petani Batu kembali membuat gebrakan dalam sektor pertanian, setelah beberapa pekan lalu, petani Desa Sidomulyo meresmikan dan melakukan pengiriman produk pertanian ke Puspo Agro-Sidoarjo, hari ini (28/2) petani Desa Tulungrejo membuat gebrakan yang tidak kalah hebat, dengan meresmikan  ekspor Perdana kluster kentang Batu ke Singapura. Peresmian demi peresmian produk pertanian ini, seolah mengikis anggapan keterpurukan pertanian di Kota Apel ini beberapa waktu belakangan ini.
Ekspor perdana kentang ini ditandai dengan pemecahan kendi oleh Walikota Batu Eddy Rumpoko dan pelepasan 3 truk yang berisi kentang, untuk kemudian dikirim ke Negara tetangga Singapura.
Walikota Eddy Rumpoko yang hadir didampingi Muspida Batu, seperti Kapolres, Kajari, Dandim, Pimpinan BI Surabaya dan Malang, serta beberapa Kepala SKPD dalam sambutannya menyatakan kebanggaannya acara ini dapat dilangsungkan, “Saya bangga, karena saat ini kita bisa ekspor ke luar negeri, ini bukan kerja Pemkot semata, namun berkat kerjasama semua pihak,” kata Walikota Batu diawal sambutannya.
Walikota bahkan tak segan-segan menyanjung para pihak yang sudah bekerjasama dengan baik dengan Pemerintah Kota, sehingga Kota Batu dapat memulai ekspor kentang ke luar negeri. Sanjungan disampaikan Walikota kepada Ketua Gapoktan sekaligus Ketua Panitia acara Luki Budianti, dan Beni Kusbini yang merupakan Dirut PT Mitra Tani Agro Unggul, “Ini berkat bu Luki, Pak Beni, Bank Indonesia, Brawijaya, dan pihak-pihak lain, mereka bagai malaikat yang mendorong kemajuan petani Batu,” tandas ER sapaan akrab Eddy Rumpoko dihadapan puluhan petani Desa Tulungrejo yang hadir dalam acara itu. Menurutnya langkah yang ini, mudah-mudahan dapat menginspirasi petani lain untuk bergerak bersama memajukan produk pertanian di Kota dingin ini.
Selain itu orang nomer satu dilingkungan Pemkot Batu menegaskan kalau pemerintah akan tetap mendorong kemajuan petani Batu sebagaimana visi kota ini, Kota Wisata berbasis pertanian,”Peran pemerintah, meng-intervensi dengan memberikan permodalan, dinas pertanian akan membantu secara teknis, bahkan koperasi akan dibagun setiap RW,” tegas Walikota. Bahkan menurutnya para petani kentang tidak perlu khawatir mengenai permodalan, kedepan kata pengusaha sukses ini, kalau modal akan diberikan pada kelompok tani dari nominal Rp. 25 Juta Hingga Rp. 50 juta.
Senada dengan Walikota, Deputi Pemimpin Bank Indonesia Surabaya Hamid Ponco Wibowo, selaku salah-satu inisiator acara ini juga mengungkapkan apresiasinya atas ekspor ke luar negeri ini, “Kenapa Jawa Timur melarang impor kentang dari luar negeri, ternyata saat ini saya tahu jawabannya, sebab Jawa Timur mampu ekspor kentang ke luar negeri” kata Ponco. Jika impor dari luar negeri diperbolehkan masuk, diperkirakan petani kentang di Batu dan Jatim akan kalah bersaing dan gulung tikar.
Pimpinan Bank Indonesia Wilayah Surabaya ini berharap dengan program ekspor kentang ini dapat memacu peningkatan kesejahteraan masyarakat Batu dan Jawa Timur,”Ini upaya meningkatkan Kesejahteraan masyarakat” tambah Ponco.
Sementara itu Kepala Gabungan Kelompok Petani (Gapoktan) Mitra Arjuna Desa Tulungrejo Luki Budianti mengatakan, sangat terharu atas respon dari Walikota Batu yang hadir bersama petinggi lain di Kota Batu ke wilayah mereka. Menurutnya saat ini petani Tulungrejo sangat senang, terutama para petani yang saat ini mendapat bantuan dari Bank Jatim dan pembinaan dari Bank Indonesia,”Saat ini kami senang, terutama 27 petani kami yang mendapat bantuan dari Bank Jatim sekitar Rp. 3,2 M”, ujar Sosok petani perempuan sukses ini. Namun menurutnya kesenangan itu, musti harus dipertanggung-jawabkan mengingat setiap 6 bulan sekali, para petani diwajibkan untuk membayar pinjaman dari Bank tersebut. Dengan peluncuran Ekspor perdana Kluster kentang ke Singapura ini, pihaknya berharap hal ini dapat memajukan petani Kota Batu dan Desa Tulungrejo pada khususnya.
Petani diwilayahnya, menurut Luki Budianti tidak memyungkiri bantuan yang diberikan pemerintah, baik dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah selama ini turut memajukan pertanian di desanya,”Dulu per-tahun produk kentang kami 15 hingga 16 Ton per-tahun saat ini mencapai 30 hingga 40 ton per-tahun,” kata luki polos.

Menurutnya bantuan dari Kementrian Pertanian sebesar Rp. 857 juta itu juga sudah diwujudkan dalam bentuk bangunan produksi pertanian, serta proses produk pertanian. Produsi pertanian yang sudah diolah seperti pengeringan cabe, jamur, jenang apel, serta produk-produk pertanian lain.

Selain itu alasan petani mengekspor Kentang  ke Singapura ini dilakukan, mengingat di Desa Tulungrejo dan Desa Sumber Brantas Bumiaji Batu dengan total lahan pertanian mencapai  40 Ha, dengan 27 petani pemilik lahan, serta 162 tenaga kerja mampu menghasilkan produk kentang yang berkualitas. Bahkan dengan lahan 7,8 Ha saja sudah mampu menghasilkan 129 ton kentang, dari hasil itu 32 ton kentang ekspor ke Singapura pada bulan ini, dan dibulan maret akan di ekspor 64 ton.
Ekspor kentang yang dilakukan petani Batu dengan difasilitasi Pemerintah Kota Batu serta Bank Indonesia ini diharapkan mampu meningkatkan semangat para petani Batu yang saat ini dihantui rusaknya lahan pertanian akibat pemakaian pupuk kimia. Pemerintah Kota juga berharap agar pemakaian pupuk organic juga dijadikan sarana untuk memperbaiki produk pertanian di kota yang dulu dikenal sebagai Kota Agropolitan ini.( di beritakan kembali olek KIM Warta Mertani ,sumber bag. Humas dan protokol kota Batu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *