Tomcat Migrasi ke Oro-Oro Ombo

Selang beberapa hari setelah temuan Tomcat di rumah Machrus (41) warga Perumahan Jasatirta, Desa Landungsari, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, serangga yang kini menyita perhatian publik ini, ditemukan di Dusun Dressel, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan/Kota Batu. Serangga beracun ini, Sabtu (24/3/2012) malam, ditemukan oleh Suprapto (40) teknisi pemancar Jawa Pos Televisi di salah satu antena pemancar televisi milik Jawa Pos Grup ini. Tidak terhitung berapa jumlah Tomcat ini, karena mereka bergerombol dan beterbangan di bawah lampu di sekitar antena.

            Awalnya, Suprapto tidak menyangka kalau apa yang dilihatnya adalah Tomcat yang menghebohkan tersebut. Ia berpikir serangga biasa yang ditemuinya. Namun ketika diamati, ciri-ciri serangga itu sama seperti yang ada di koran-koran dan televisi.
            ”Saya terperanjat, dibantu teman saya langsung saya masukkan toples, khawatir ada yang tergigit,” kata Suprapto. Ia mengaku ngeri melihat efek gigitan serangga ini. Tidak hanya menimbulkan gatal-gatal di kulit, gigitan serangga ini bisa meninggalkan noda di kulit seperti luka terbakar dan nanah.
            Menurut Suprapto, pihaknya sudah melaporkan temuan ini ke atasannya. Malah dari beberapa serangga yang ditemukan sudah dikirimkan ke laboratorium. ”Saya mengumpulkan sampai dua kantong plastik, satu kantong dibawa untuk uji lab,” katanya.
            Cukup mudah bagi Suprapto untuk mengenali ciri-ciri Tomcat ini, karena selama beberapa hari media massa diramaikan gambar Tomcat yang memiliki warna khas merah oranye ini.
            Sementara itu, pihak Dinas Pertanian, Kehutanan dan Peternakan Kota Batu hingga kini belum mendapatkan laporan dari masyarakat terkait penemuan serangga ini di wilayah Kota Batu. Sugeng Pramono, Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Peternakan Kota Batu ketika dikonfirmasi masalah ini mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan tim untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, terkait serbuan serangga ini.
            Mengenai temuan di Desa Oro-Oro Ombo, Sugeng mengatakan pihaknya akan mengecek lebih dulu apakah serangga yang ditemukan itu benar-benar Tomcat. Sugeng menghimbau kepada masyarakat yang menemukan serangga yang berciri-ciri sama dengan Tomcat untuk tidak langsung mengambil serangga itu.
            ”Hati-hati kalau menggambil, harus menggunakan alat pengaman, jangan sampai diambil dengan tangan kosong hingga akhirnya melukai pengambilnya,” kata Sugeng. Dalam kesempatan itu, Sugeng meminta kepada masyarakat yang menemukan serangga ini agar melaporkan ke nomor telepon (0341) 511674, kantor Dinas Pertanian.(mBah Gondo,sbr Memo Arema)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *