“Perang Melawan Popok”

Pemkot Batu punya perhatian khusus terhadap masalah sampah khususnya sampah popok. Untuk mengatasi sampah popok disiapkan Bin Kontainer yang akan disebar di 24 desa/kelurahan. Untu masing-masing desa/kelurahan itu akan diberi 1-2 unit bin kontainer. Yang saat ini sudah disiapkan sebanyak 48 unit. Ukuran bin kontainer itu panjangnya 1,5 meter, tinggi 1 meter yang mampu memuat hingga 660 liter sampah popok.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu Arief As Siddiq mengatakan, bin kontainer ini merupakan solusi untuk permasalah sampah popok. “Melihat sampah popok ini menjadi masalah. Terkadang sampai dibuang ke sungai. Sehingga ini solusi atau terobosan kami,” ungkap Arief, Selasa (1/1/2019).

Nantinya sampah popok itu akan dipilah di bin kontainer di setiap desa/kelurahan. Setelah sampah di bin kontainer itu penuh, kemudian baru dibuang di tempah pembuangan akhir (TPA).

“Setelah dikumpulkan area popok, akan kami kirimkan kepada perusahaan popok. Karena kami sudah bekerjasama dengan produsen untuk diolah kembali,” katanya.

Akan tetapi, adanya bin kontainer ini juga akan disosialisasikan kepada para ibu rumah tangga di 24 desa/kelurahan di Kota Batu. “Ibu-ibu ini kami beri pengetahuan dahulu agar mereka paham untuk ikut membantu memilah,” ujar mantan Camat Batu ini.

Dengan cara inilah merupakan solusi untuk mengatasi permasalahan sampah popok di Kota Batu. Dan menurutnya ini merupakan terobosan pertama yang ada. “Terobosan ini sepertinya di daerah lain belum ada. Semoga ini bisa menjadi solusi permasalah popok di Kota Batu,” tutupnya.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Antara
Publisher : Kim Warta Mertani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *