Sosialisasi Pembentukan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat

KimWm, 25/02/19

Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (PPPA) menggelar sosisalisasi pembentukan perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarkat (PATBM). Kegiatan ini diikuti, perangakat Desa,ketua TP-PKK desa, Forum anak Desa, Organisasi masyarakat dan LSM itu dilaksanakam di Gedung rapat OPD gadung B lantai 3 ,Block Office Pemkot Batu, Senin (25/02/2019).

Kegiatan ini dibuka oleh kasi perlindungan anak Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak kota Batu Didik santoso dengan, Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini, Ibu Wahyu dari P2TP2A .

Dalam kegiatan ini Wahyu menyampaikan, bahwa negara Indonesia mempunyai kultur, budaya dan agama yang berbeda-beda sebagai modal dan pendamping untuk menyuseskan pelaksanaan PATBM. “Saya berharap melalui sosialisasi PATBM ini dapat menurunkan angka kekerasaan pada anak khususnya di Kota Batu, ” karena kekerasan terhadap anak dapat menimpa siapa saja, di mana saja.
Sementara itu Kasi Perlimdungan Anak Dinas PPA kota Batu menyampaikan bahwa untuk mengurangi kekerasan terhadap perempuan dan anak upaya yang dilakukan adalah melakukan sosialisasi dan program edukasi terhadap perempuan dan anak misalkan sosialisasi dan edukasi tentang sex, organ reproduksi, dll
Selain itu pemerintah bekerjasama dengan mitra akan memberikan perhatian kepada korban kekerasan berupa pendampingan hukum, traumahealing, serta melakukan sosialisasi tentang kesehatan reproduksi dan seksualitas di Sekolah”, ujar Wahyu.beliau juga mengatakan bahwa sesuai dengan Pasal 5 Undang-undang no 23 Tahun 2004, jenis kekerasan meliputi kekerasan fisik, Kekerasan Psikis dan kekerasan seksual. Kekerasan fisik adalah tindakan yang bertujuan melukai, menyiksa atau menganiaya orang lain. Sedangkan kekerasan psikis sebagaimana mana dimaksud dalam Pasal 7 adalah perbuatan yang mengakibatkan ketakutan, hilangnya kemampuan untuk bertindak, hilangnya rasa percaya diri.

Sedangkan kekerasan seksual sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 adalah pemaksaan hubungan seksual yang dilakukan terhadap orang yang menetap dalam lingkungan rumah tangga tersebut. Atau terhadap salah seorang dalam lingkup rumah tangganya dengan orang lain untuk tujuan komersial atau tujuan tertentu,” tutupnya. (mbahGondo).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *