Mengenali Tipe Belajar Anak

Bagaimana sih orang tua dapat mengetahui tipe belajar anak? Bahkan hampir semua pelajar belum mengetahui tipe belajar mereka sendiri. Tentunya beberapa orang tua pun kadang merasakan kesulitan dan kebingungan ketika menemani anak dalam belajar atau mengerjakan PR. Salah satu faktor yang menimbulkan kejadian tersebut yaitu orang tua belum mengenal tipe belajar anaknya. Sehingga ada beberapa orang tua yang kadang tidak sanggup untuk menemani belajar bahkan sampai memarahi anaknya. Sebagian juga, mereka mengambil tindakan untuk membawa anaknya ke tempat bimbingan belajar (kursusan) atau mengundang tutor untuk belajar private. Upaya tersebut kerap di lakukan oleh orang tua dengan harapan pendidikan anaknya terjamin dan terpenuhi diluar jam sekolahnya. Disini akan disampaikan beberapa tipe belajar anak yang wajib diketahui oleh para pelajar, guru, dan orang tua karena setiap anak mempunyai gaya belajar yang berbeda. Ada beberapa tipe belajar itu sebagai berikut:
A. Visual (Visual learner)
Gaya belajar visual (visual learner) lebih memfokuskan kepada ketajaman penglihatan yaitu menggunakan indra mata melihat benda-benda konkrit baru memahaminya. Anak yang mempunyai tipe ini umumnya menangkap pelajaran yang diajarkan menggunakan model, gambar, video pembelajaran, poster, demonstrasi, dan lain-lain. Berikut merupakan ciri-ciri yang dapat kita ketahui, yaitu:
• Lebih menyukai demonstrasi daripada penjelasan lisan saat belajar
• Kurang focus ketika mendengarkan saat belajar
• Lebih mudah mengingat penjelasan yang melibatkan benda nyata
• Mampu merasa tenang ketika berada di keramaian
B. Aural (Auditory learner)
Gaya belajar aural lebih menitikberatkan pada indra pendengaran, yaitu telinga. Mereka lebih dominan menangkap dan menerima informasi dengan mengaktifkan indera pendengaran. Kemampuan terbaik anak disini yaitu menangkap dan mencerna informasi seperti pendekatan ceramah atau berdiskusi lebih cocok bagi mereka. Jadi, Anak yang termasuk pembelajar dengan gaya aural bisa memperhatikan ciri-ciri sebagai berikut:
• Ingatannya baik saat mendengarkan pembelajaran atau diskusi kelompok
• Kurang tertarik dengan tugas seperti membuat karangan
• Lebih suka kegiatan berdiskusi dan berkomunikasi
• Kurang suka membaca karena sering lupa pada isi bacaan yang baru dibaca
C. Kinestetik (kinesthetic learner)
Gaya belajar kinestetik biasanya menerima dan menangkap informasi dengan menggunakan beberapa indra yang aktif, seperti indra peraba, penglihatan, rasa, pendengaran, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan gerakan motorik tertentu. Mereka biasanya lebih sesuai dengan pendekatan role model, praktikum, dan pembelajaran interaktif di mana mereka turut serta melakukannya. Berikut ini adalah ciri-cirinya tipe pembelajar kinestetik:
• Lebih suka pada kegiatan praktikum
• Suka bergerak kemana-mana, tidak bisa diam
• Lebih tertarik dengan permainan dan aktivitas yang menggunakan fisik
• Lebih menyukai menggunakan bantuan objek yang konkrit sebagai alat belajar
D. Logis (logical learner)
Gaya belajar logis ini biasanya tertarik akan sesuatu yang membentuk pola dan menghubungkannya dari informasi satu ke informasi lainnya. Selain itu mereka juga lebih menyukai kegiatan yang berhubungan dengan berhitung. Cara belajarnya biasa menggunakan pendekatan pemecahan masalah (problem solving) dan tidak menyukai menghapal. Berikut ini adalah ciri-ciri pembelajar tipe ini:
• Tertarik pada peristiwa ilmiah dan matematika
• Cenderung memiliki kemampuan untuk membedakan pola logika
• Tidak suka sesuatu yang berhubungan dengan hapalan

E. Verbal (Linguistics learner)
Gaya belajar verbal lebih melibatkan kedua jenis bahasa baik bahasa lisan maupun tulisan. Mereka lebih kritis dalam memilih kata-kata yang digunakan ketika belajar. Mereka lebih nyaman melakukan pembelajaran dengan membaca, berbicara, dan menulis. Cara belajar yang lebih sesuai yaitu menggunakan puisi atau pantun, permainan kata , contohnya akronim atau menemukan arti kata.
Ciri-ciri tipe pembelajar verbal adalah:
• Memiliki kosakata lebih baik dibandingkan dengan orang seusianya
• Cenderung memiliki kemampuan dan keterampilan mendengarkan
• Dapat berkonsentrasi dengan mudah walaupun ada banyak orang
• Bisa berbicara sekaligus mendengarkan di saat yang sama

Demikian beberapa informasi mengenai tipe belajar seorang pelajar yang dapat kita ketahui, semoga bermanfaat. (written by: Anik Irmawati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *